ChatGPT: Learning Friend or Foe?

ChatGPT (Chat Generative Pre-training Transformer) menjadi semakin populer akhir-akhir ini. Teknologi ini telah banyak digunakan untuk membantu proses pembelajaran, penelitian, bahkan bisnis. ChatGPT sendiri adalah salah satu aplikasi berbasis AI (Artificial Intelligence) yang menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) untuk menghasilkan teks yang mirip dengan yang ditulis oleh manusia dan dikembangkan oleh OpenAI.

Bagi beberapa dosen atau pengajar, ChatGPT dianggap menimbulkan kekhawatiran bagi pendidikan. Salah satu kekhawatiran yang mungkin timbul adalah bahwa mahasiswa mungkin terlalu bergantung pada model ini untuk menyelesaikan tugas, daripada mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menulis mereka sendiri. Selain itu, mungkin ada kekhawatiran tentang akurasi dan keandalan informasi yang dihasilkan oleh model AI, karena model-model tersebut didasarkan pada sejumlah besar data yang mungkin tidak selalu diverifikasi atau akurat.

Oleh karena itu, baru-baru ini ITSK Sugeng Hartono melakukan sosialisasi ChatGPT bagi kalangan dosen-dosen di ITSK Sugeng Hartono. Pengenalan sosialisasi ChatGPT ke dosen-dosen dapat membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang teknologi ini dan bagaimana teknologi ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran daripada dianggap sebagai musuh pembelajaran. Bagi ITSK Sugeng Hartono, berikut adalah beberapa alasan mengapa dosen dan bahkan mahasiswa perlu diperkenalkan ke penggunaan ChatGPT:

  1. Memperluas sumber daya pembelajaran: ChatGPT dapat membantu dosen dalam memperluas sumber daya pembelajaran yang tersedia untuk mahasiswa. Dengan teknologi ini, dosen dapat menghasilkan materi pembelajaran yang lebih kaya, lebih mendalam, dan lebih relevan dengan konteks pembelajaran saat ini. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran.
  2. Mengembangkan keterampilan digital: Dosen dan mahasiswa perlu diperkenalkan ke penggunaan teknologi ChatGPT untuk mengembangkan keterampilan digital mereka. Kemampuan untuk menggunakan teknologi terbaru dan terkemuka dalam pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan daya saing di masa depan.
  3. Meningkatkan kemampuan berinovasi: Pengenalan ChatGPT ke dosen dan mahasiswa juga dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka untuk berinovasi dalam pembelajaran. Dosen dan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru dalam penggunaan teknologi ini dan menerapkannya dalam praktik mereka.

Secara keseluruhan, pengenalan ChatGPT ke dosen dan mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas dalam pembelajaran, serta membantu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk masa depan. Namun, perlu dicatat bahwa ChatGPT dapat menjadi alat yang berguna bagi pembelajaran jika digunakan dengan tepat. Dosen dapat mengajarkan mahasiswa cara menggunakan ChatGPT dengan etika dan integritas yang baik serta memberikan panduan dan sumber daya yang relevan untuk menghindari plagiarisme dan memastikan kualitas dan keakuratan konten yang dihasilkan.

(Red/YR)